dapurduaistri

ini bukan hanya tentang cara dan rasa. ini dapur yang bercerita.

24.2.12

bulgalbi


ini adalah posting yang tertunda sangat lama sekali, yang seharusnya sudah terunggah satu semester lalu, saat saya sering sekali memasak iga sapi. saat itu, menu MPASI anak saya tak jauh-jauh dari kaldu iga. sisa rebusan iga itulah yang saya olah, antara lain menjadi gule, iga panggang, sampai serundeng.

satu dari sekian serba iga sisa yang pernah saya bikin itu adalah bulgalbi, atau ada pula yang menyebutnya bulgogi. aduh saya nggak paham betul bedanya. yang jelas, resep makanan korea itu boleh nemu di buku resep dalam kemasan double pan. konon, si bulgalbi yang jamaknya dipanggang dengan arang ini oke juga dimasak di atas double pan. benarkah?

23.2.12

kulit lumpia untuk segalanya


sekali lagi, ini cerita tentang kulit lumpia yang banyak membantu saat mati gaya mengolah makanan. si kulit lumpia ini gampang dijumpai di pasar maupun gerobak sayur keliling dan gampang sekali diakali untuk berbagai menu, meski cara mengolahnya akan nggak jauh dari penggorengan -mungkin suatu hari saya harus bereksperimen dengan metode lain.

beberapa menu yang pernah saya bikin dengan si kulit lumpia ini bukan hanya berjudul lumpia. ada juga martabak telur mungil, martabak tahu yang tak sempat saya potret, dan kali ini lumpia-lumpiaan yang saya comot resepnya dari kemasan keju cheddar. saya sebut lumpia-lumpiaan karena isiannya manis, tak seperti pada umumnya lumpia yang gurih.

9.2.12

obsesi sambal goreng krecek


di salah satu sudut terminal manggarai jakarta yang sumuk dan selalu terlihat letih, ada sepetak surga kecil untuk perut saya. surga kecil itu tak lain warung gudeg yang berada di seberang timur pasaraya, di samping sebuah minimarket. syahdan, warung yang saya lupa namanya itu sudah ada sejak ibu saya masih kecil. juaranya tentu gudegnya. tapi sambal goreng kreceknya juga pendamping yang sempurna.

santapan nan lezat itu seringkali melahirkan obsesi untuk mencobanya di rumah. penasaran, apalagi setelah tante saya menghidangkan sambal goreng krecek saat saya menyambanginya. "masa sih saya nggak bisa bikin?" suatu ketika saat ngobrol ngalor ngidul dengan ibu, saya baru tahu kalau masakan ini tak serumit yang saya bayangkan. yuk deh cobain resep ala ibu saya ini.

27.12.11

bayam tapi kriuk



siapa sih yang tidak suka makan kerupuk, keripik, peyek dan makanan kriuk-kriuk lainnya? segala jenis 'kriuk' ini gampang muncul di segala suasana, tak harus bersama-sama dengan hidangan lain karena dimakan sendirian sebagai cemilan pun oke juga.

kali ini, saya membuat salah satu 'kriuk' dari bayam demi mengatasi kecanduan anak saya pada kerupuk. periode susah makan yang terjadi pada anak saya lumayan bisa terlampaui dengan menambahkan kerupuk pada menu makanan pendamping ASI-nya. mungkin karena ada sensasi 'kriuk' itu, akhirnya dia kembali lahap. tapi yang namanya kerupuk yang dijual di pasaran, biar harga murah atau mahal, pasti rasa gurihnya bermuatan penguat rasa seperti MSG. jadilah, saya mencoba membuat peyek bayam ini.

25.11.11

sambal gandaria, untuk perut yang merdeka


sambal ini adalah makanan orang-orang yang merdeka. serius lho. untuk bisa menikmati sambal ini kita harus memiliki perut yang bebas, tidak terancam maag, tidak berisiko diare dan masalah pencernaan lainnya. kenapa begitu? selain karena rasanya asam dan pedas yang ekstrim, sambal ini sering membuat lupa diri.

paling tidak, itulah yang terjadi pada saya. setiap kali melahap makanan dengan sambal gandaria, saya mendadak memiliki nafsu makan yang menggila. hanya sambal gandaria yang ditemani lauk tempe goreng saja saya bisa habiskan nasi dua piring. kalau lagi parah, bisa sampai tiga piring. nah, selanjutnya bisa diduga, setiap yang berlebihan terbukti berakhir menyengsarakan: perut jadi begah. hilanglah rasa nikmat di awal tadi :(